Friday, January 2, 2015

5 Insiden Kecelakaan Pesawat Akibat Cuaca Buruk

5 Insiden Kecelakaan Pesawat Akibat Cuaca Buruk

Cuaca yang buruk menjadi salah satu kendala penerbangan pesawat. Baik itu awan cumulonimbus, angin kencang sampai badai, pesawat akan menjadi tidak stabil. 5 Insiden kecelakaan pesawat berikut ini, diakibatkan oleh cuaca yang buruk.

1. Adam Air Boeing 737-400

Pesawat Adam Air Boeing 737-400 mengalami insiden mengerikan pada 1 Januari 2007. Pesawat yang bertolak dari Bandara Juanda tersebut jatuh karena cuaca buruk.
Pada Maret 2008, selain cuaca buruk, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menambahkan, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat juga jadi penyebab jatuhnya pesawat Adam Air.
Sebelum hilang, pilot Adam Air sempat menghubungi ATC Bandara Hasanuddin, mengabarkan soal crosswind yang menimpa pesawatnya. Sempat hilang, seorang nelayan menemukan puing pesawat pada 9 Januari 2007, dan kotak hitam pada 28 Agustus 2007. Kecelakaan tersebut menewaskan 102 penumpang.

2. Air France 447

Sebuah pesawat Airbus A330 dari Rio de Janeiro ke Paris yang membawa 288 penumpang dan kru, hilang di Samudera Atlantik pada tahun 2009. Laporan terakhir terkait insiden yang menimpa pesawat Air France dengan nomor penerbangan 447 ini, diakibatkan oleh gumpalan es di udara yang menghambat tabung pesawat.
Kru pesawat berusaha untuk menyelesaikan masalahnya, namun gagal. Akibatnya, pesawat pun jatuh ke laut dan menewaskan seisi pesawat. Kotak hitamnya sendiri baru ditemukan pada Mei 2011. Hingga saat ini, baru ditemukan 158 jenazah penumpang, sedangkan jasad 74 penumpang lainnya belum ditemukan.

3. Lao Airlines QV301

Pada 17 Oktober 2013, insiden cuaca buruk juga menimpa pesawat Lao Airlines dengan nomor penerbangan QV301. Saat pesawat tengah terbang, saat itu memang sedang terjadi Topan Nari yang mengakibatkan hujan deras dan badai hebat.
Kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi sesaat sebelum pesawat mendarat di Bandara Pakse, Laos. Bukannya mendarat di landasan bandara, namun pesawat malah mendarat di Sungai Mekong. Insiden tersebut menewaskan 49 penumpang yang berasal dari 11 negara berbeda.

4. TransAsia Airways GE222

Cuaca buruk juga menjadi penyebab jatuhnya pesawat A ATR-72 milik maskapai TransAsia Airways dengan nomor penerbangan GE22. Insiden tersebut terjadi pada 23 Juli 2014. Dari 58 penumpang, korban meninggal ada 48 penumpang, dan 10 penumpang berhasil selamat dari insiden tersebut.
Karena cuaca buruk yang disebabkan Topan Matmo, pilot tidak dapat melihat landasan di Bandara Magong, Taiwan. Bukannya mendarat di landasan pacu, pesawat malah menyimpang 340 meter dari landasan dan menabrak pohon.

5. Air Algerie AH5017

Tepat sehari setelah insiden yang menimpa TransAsia Airways ATR-72, terjadi insiden yang menimpa Air Algeria. Pesawat Aljazair AH5017 dengan rute Ouagadougou, Burkina Faso, menuju Algeria, hilang kontak dan mengalami insiden karena cuaca buruk.
Karena cuaca buruk, pesawat pun terpaksa memutar arah dan mengalami tabrakan, sekitar 80 km arah barat Gossi, Mali. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 116 orang pun tewas.​

No comments:

Post a Comment